Tugas Blog RPP yang menggunakan Model Internasional (Dr. Dirgantara Wicaksono M.Pd)

Tahapan Pengembangan Model ADDIE

Skema desain pembelajaran model ADDIE membentuk siklus yang terdiri dari 5 tahapan yang terdiri dari: analisis (Analysis), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation) serta sevaluasi (Evaluation)
1. Analisis (Analysis)
Desain tahap analisis berfokus pada target audiens. Pada tahap analisis, dilakukan pendefinisian permasalahan instruksional, tujuan instruksional, sasaran pembelajaran serta dilakukan identifikasi lingkungan pembelajaran dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.  Tahap Analisis umumnya membahas pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Bagaimana latar belakang keseluruhan dari peserta didik seperti usia, pengalaman masa lalu, tingkat pengetahuan, minat, latar belakang budaya, dll?
  2. Apa yang siswa butuhkan untuk menyelesaikan pada akhir program pembelajaran atau apa kebutuhan siswa?
  3. Apa yang diinginkan siswa dari hasil pembelajaran? Apakah pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku dll?
  4. Apakah strategi pembelajaran yang digunakan untuk mereka cukup? aspek apa yang perlu ditambahkan, diklarifikasi dan diperbaiki?
  5. Apa fokus tujuan instruksional?
  6. Apakah lingkungan belajar kondusif atau tidak? Apa jenis lingkungan belajar lebih disukai?
  7. Apakah akan sumber daya baik itu teknis maupun dukungan sudah mencukupi?
2. Desain (Design)
Tahap desain terkait dengan penentuan sasaran, instrumen penilaian, latihan, konten, dan analisis yang terkait materi pembelajaran, rencana pembelajaran dan pemilihan media. Fase desain dilakukan secara sistematis dan spesifik. Dalam tahap desain, yang ditanyakan adalah:
  1. Sumber media yang akan digunakan seperti Audio, Video dan Grafis. Apakah sumber tersebut dari pihak ketiga atau siswa membuat sendiri?
  2. Berbagai sumber dibutuhkan untuk menyelesaikan pembelajaran. Apa sumber cukup tersedia untuk menyelesaikan pembelajaran?
  3. Tingkat dan jenis kegiatan yang akan dihasilkan selama pembekajaran. Apakah terjadi kolaboratif, interaktif atau individu?
  4. Apa pendekatan atau cara apa yang akan diterapkan pada pembelajaran? Misalkan behavioris konstruktivis, dll.
  5. Berapa banyak waktu yang akan ditugaskan untuk setiap tugas dan bagaimana pembelajaran yang akan dilaksanakan (per pelajaran, bab, modul, dll,)?
  6. Apa saja keterampilan kognitif yang ditentukan bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  7. Apakah guru memiliki cara untuk menentukan nilai-nilai yang telah dicapai oleh siswa? Apa metode untuk menentukan kompetensi yang diinginkan oleh siswa?
  8. Bagaimana mekanisme yang dirancang oleh Anda untuk mendapatkan umpan balik pada bahan ajar?
  9. Bagaimana merancang kegiatan pembelajaran sehingga menarik minat siswa? Anda akan memilih untuk variasi dalam pilihan pengiriman dan jenis media?
3. Pengembangan (Development)
Dalam tahan pengembangan  dilakukan pembuatan dan penggabungan konten yang sudah dirancang pada tahapan desain. Pada fase ini dibuat storyboard, penulisan konten dan perancangan grafis yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Apakah membuat bahan ajar sesuai jadwal?
  2. Apakah ada tim kerja di beberapa siswa? Apakah ada anggota yang bekerja secara efektif dalam sebuah tim?
  3. Apakah siswa berkontribusi sesuai kapasitasnya?
  4. Apakah bahan yang dihasilkan dimaksudkan untuk tugas siswa?
4. Implementasi (Implementation)
Fase ini, dibuat prosedur untuk pelatihan bagi peserta pelatihan dan instrukturnya/ fasilitator. Pelatihan bagi fasilitator meliputi materi kurikulum,hasil pembelajaran yang diharapkan, metode penyampaian dan prosedur pengujian. Aktivitas lain yang harus dilakukan pada fase ini meliputi penggandaan dan pendistribusian materi dan bahan pendukung lainnya, serta persiapan jika terjadi masalah teknis dan mendiskusikan rencana alternatif dengan siswa.
Beberapa contoh implementasi yang dapat ditentukan:
  1. Advis pada metode pilihan pencatatan data aktual dari pengalaman siswa saat berinteraksi dengan belajar.
  2. Apa tanggapan emosional yang diberikan oleh guru dan siswa selama pebelajaran?Apakah mereka benar-benar tertarik, bersemangat, kritis atau bertahan?
  3. Sebagai hasil pembelajaran, apakah guru melihat bahwa siswa dapat memahami topik dengan segera atau apakah mereka perlu bantuan?
  4. Bagaimana menangani setiap kesalahan yang mungkin terjadi selama pembelajaran. Apa reaksi guru ketika kegiatan untuk siswa tidak berjalan seperti yang direncanakan?
  5. Ketika masalah teknis dan lain muncul apakah guru memiliki strategi ‘cadangan’?
  6. Apakah implementasi untuk skala kecil atau skala besar?
  7. Ketika kelompok siswa mendapat materi, apakah mereka dapat bekerja secara mandiri atau memerlukan bimbingan?
5. Evaluasi (Evaluations)
Setiap tahap proses ADDIE melibatkan evaluasi formatif. Ini adalah multidimensional dan merupakan komponen penting dari proses ADDIE. Ini mengasumsikan bentuk evaluasi formatif dalam tahap pengembangan. Evaluasi dilakukan selama tahap implementasi dengan bantuan instruktur dan siswa. Setelah pelaksanaan pembelajaran selesai, evaluasi sumatif dilakukan untuk perbaikan pembelajaran. Perancang seluruh tahap evaluasi harus memastikan apakah masalah yang relevan dengan program pelatihan diselesaikan dan apakah tujuan yang diinginkan terpenuhi.
Referensi: Branch, RM, & Kopcha, TJ (2014). model desain pembelajaran. Dalam Handbook penelitian tentang komunikasi pendidikan dan teknologi

Contoh RPP:

Rencana Pelaksanaan pembelajaran
Mata Pelajaran                : Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn )
Kelas/Semester               :  VI  / 2
Alokasi Waktu                :  2 x 35 menit
A.      Standar Kompetensi
-       Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi.
B.       Kompetensi Dasar
-       Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
C.      Indikator
·      Menjelaskan politik luar negeri.
·      Menjelaskan politik luar negeri indonesia yang bebas aktif.
·      Menjelaskan tujuan politik luar negeri indonesia yang bebas aktif.
·      Menjelaskan landasan politik luar negeri Republik Indonesia
·      Mengidentifikasi Perwakilan Republik Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain.
D.      Tujuan pembelajaran
·      Siswa dapat menjelaskan politik luar negeri melalui diskusi pemahaman wacana dan berikhtisar ringkasan materi.
·      Siswa dapat menjelaskan politik luar negeri indonesia yang bebas aktif melalui diskusi pemahaman wacana dan berikhtisar ringkasan materi.
·      Siswa dapat menjelaskan tujuan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif melalui diskusi pemahaman wacana dan berikhtisar ringkasan materi.
·      Siswa dapat menjelaskan landasan politik luar negeri Republik Indonesia melalui diskusi pemahaman wacana dan berikhtisar ringkasan materi.
·      Siswa dapat mengidentifikasi perwakilan Republik Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain melalui pemahaman wacana dan berikhtisar ringkasan materi.
E.       Nilai Pancasila yang Terkandung
·      Nilai kerja sama dan kerukunan antar bangsa.
F.       Materi Pokok
Materi pokok yang akan disampaikan Politik Luar Negeri Indonesia yang Bebas Aktif dengan rincian sebagai berikut :
1.    Pengertian politik luar negeri.
2.    Pengertian bebas aktif.
3.    Tujuan politik luar negeri.
4.    Landasan politik luar negeri Republik Indonesia.
5.    Perwakilan Republik Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain.
G.      Media dan Sumber Pembelajaran
Media :
-        wacana politik luar negeri indonesia bebas aktif
Sumber pembelajaran :
-        Wawasan siswa hubungan antar negara
-        Buku bse pkn kelas 6 halaman 56-60
H.      Metode dan model Pembelajaran
Metode :
-        Diskusi
Model :
-        Skrip kooperatif
I.         Langkah pembelajaran
Tahapan
Kegiatan guru
Kegiatan siswa
Alokasi waktu
Kegiatan awal 10 menit
1.      Guru mengucapkan salam.
2.      Guru memgkondisikan siswa dengan bertanya “ apakah anak-anak siap melanjutkan pembelajaran?”
3.      Guru memberikan apersepsi untuk mengaitkan materi yang lalu.
4.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan.
1.      Siswa menjawab salam.
2.      Harapanya siswa mejawab siap
3.      Siswa merespon
4.      Menyimak penjelasan yang disampaikan guru
Kegiatan inti 50 menit
  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
  1. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
  1. Guru memerintahkan ntuk bertukaran peran.
  1. Guru memberikan soal individu
1.      Terbagi berpasangan
2.      Membaca dan meringkas wacana
3.      Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar :
-        Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.
-        Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
4.      Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya.
5.      Siswa mengerjakan soal.
Kegiatan akhir 10 menit
1.      Murid bersama guru menyimpulkan materi.
2.      Guru membimbing siswa menemukan nilai moral dalam meteri
3.      Guru memberi pesan agar menjalin kerukunan dan kerja sama.
1.      Menyimpulkan bersama-sama
2.      Mencari nilai moral
3.      Mendengarkan pesan moral
J.      Penilaian
·   Proses              : Dilaksanakan selama pembelajaran dengan format observasi
·   Produk                        : Hasil kerja kelompok
·   Tertulis            : Berupa soal bentuk isian dilaksanakan secara individu
Politik Luar Negeri Indonesia yang Bebas Aktif
Seluruh rakyat Indonesia menginginkan kehidupan yang adil dan makmur. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, maka bangsa Indonesia perlu membina hubungan dan kerja sama yang baik dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Hubungan dan kerja sama tersebut dapat diwujudkan dengan ikut sertanya bangsa Indonesia dalam organisasi internasional. Untuk itu bangsa Indonesia perlu merumuskan politik luar negeri.
1.      Pengertian Politik Luar Negeri
Politik luar negeri merupakan salah satu sarana pencapaian kepentingan
nasional dalam pergaulan antarbangsa. Politik luar negeri adalah suatu arah
kebijakan negara untuk mengatur hubungan dengan luar negeri. Politik luar
negeri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digunakan untuk
kepentingan nasional dalam lingkup dunia internasional.
Antara negara satu dengan negara lainnya mempunyai kebijakan politik
luar negeri masing-masing. Politik luar negeri suatu negara didasarkan pada
tujuan nasional negara yang bersangkutan. Kebijakan luar negeri dalam suatu
negara karena dipengaruhi oleh faktor politik luar negeri dan faktor politik dalam
negeri.
Politik luar negeri dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntunan
moral dan etika. Politik luar negeri Indonesia ditujukan pada kepentingan
nasional terutama pembangunan nasional. Dengan demikian, politik luar negeri
merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara keseluruhan
merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional bangsa.
2.      Pengertian Bebas Aktif
Bangsa Indonesia menganut sistem politik luar negeri yang bebas aktif.
Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan
yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, tidak memihak kepada
salah satu blok, dan berusaha menempuh cara sendiri dalam menyelesaikan
masalah-masalah internasional. Aktif dalam pengertian Indonesia tidak menjadi
objek percaturan internasional, tetapi ikut berpartisipasi dalam mewujudkan
perdamaian dunia sesuai dengan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia,
yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Politik luar negeri harus tetap berpegang
pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD
1945.
Politik luar negeri juga harus lincah dalam menghadapi perubahan
hubungan antarbangsa yang cepat dan tidak menentu. Daya penyesuaian
yang tinggi diperlukan dalam menanggapi dan menghadapi perkembangan-perkembangan itu.
Dengan politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia mempunyai hak
untuk menentukan arah kebijakan, sikap, dan keinginannya sebagai dasar
negara yang merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, Indonesia tidak dapat
dipengaruhi kebijakan politik luar negeri negara lain.
3.      Tujuan Politik Luar Negeri
Hubungan luar negeri antara negara ditujukan untuk meningkatkan kerja
sama internasional di berbagai bidang atas dasar sikap saling menguntungkan,
meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri, dan memantapkan persatuan
bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif bertujuan antara lain:
a.         Meningkatkan persaudaraan antarbangsa sebagai perwujudan yang tertera dalam butir-butir Pancasila.
b.        Ikut melaksanakan ketertiban dunia atas dasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
c.         Menjalin kerja sama yang baik dengan negara lain di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
d.        mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keselamatan negara.
4.      Landasan Politik Luar Negeri Republik Indonesia
Landasan politik luar negeri Indonesia sebagai berikut.
a.       Landasan idiil, yaitu Pancasila. Bangsa Indonesia menyadari bahwa semua manusia mempunyai kedudukan dan martabat yang sama meskipun mempunyai asal usul keturunan yang berbeda. Bangsa Indonesia ingin mewujudkan keadilan sosial dengan mengembangkan perbuatan-perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan.
b.      Landasan konstitusional, antara lain:
1)        Pembukaan UUD 1945 alinea pertama yaitu: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
2)        Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yang menyatakan bahwa “... ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ...”
3)        Batang tubuh UUD 1945:
(a)    Pasal 11 ayat 1 yang berbunyi: “Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara-negara lain”.
(b)   Pasal 13 ayat 1 UUD 1945: “Presiden mengangkat duta dan konsul”.
(c)    Pasal 13 ayat 2 UUD 1945: “Dalam hal mengangkat duta, presiden memerhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat”.
(d)   Pasal 13 ayat 3: “Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Rakyat”.
c.       Landasan operasional, yaitu Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.
5.      Perwakilan Republik Indonesia dalam Membina Hubungan dengan Negara Lain
Untuk mengadakan hubungan dengan luar negeri, pemerintah memerlukan perwakilan Republik Indonesia, yaitu:
a.    Perwakilan Diplomatik
Setiap negara pasti mempunyai perwakilan diplomatik. Setiap negara pada umumnya akan melakukan pertukaran perwakilan diplomatik. Pertukaran perwakilan diplomatik adalah pertukaran perwakilan diplomatik antarnegara, yang dilakukan dengan cara menempatkan pejabat di negara penerima. Pejabat tersebut disebut dengan diplomat. Perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri dapat berupa kedutaan besar yang ditempatkan pada suatu negara dan perutusan tetap yang ditempatkan pada suatu organisasi internasional.
Berikut tugas dari perwakilan diplomatik.
1)   Menyelenggarakan hubungan dengan negara lain.
2)        Mengadakan perundingan masalah-masalah yang dihadapi kedua negara dan berusaha menyelesaikannya.
3)        Mengurus kepentingan negara serta warga negaranya di negara lain.
4)        Apabila dianggap perlu dapat bertindak sebagai tempat pencatatan sipil, pemberian paspor, dan sebagainya.
b.    Perwakilan Konsuler
Perwakilan konsuler merupakan wakil negara pengirim yang melaksanakan tugas dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan kepentingan negara pengirim. Perwakilan konsuler di negara lain berupa konsulat jenderal yang dipimpin oleh seorang konsul jenderal dan konsulat yang dipimpin oleh seorang konsul. Tugas perwakilan konsuler adalah meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai bidang melalui pengumpulan informasi dari negara pengirimnya, seperti bidang perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Hasil pengumpulan informasi disebarluaskan kepada masyarakat luas di negara penerima.
Perbedaan antara perwakilan diplomatik dengan perwakilan konsuler dapat dilihat pada tabel berikut ini.
No
Perwakilan Diplomatik
No
Perwakilan konsuler
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kedudukan di ibukota negara penerima.
Kekuasaan dan ruang geraknya seluruh wilayah negara penerima.
Perwakilan diplomatiknya hanya satu.
Memiliki hak kekebalan penuh.
Memiliki surat kepercayaan yang ditandatangani oleh kepala negara.
Mendapat persetujuan dari negara penerima.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kedudukan di kota-kota tertentu.
Kekuasaan dan ruang geraknya hanya pada kota tempat bertugas.
Perwakilan konsuler lebih dari satu.
Memiliki hak kekebalan terbatas.
Memiliki surat pengangkatan yang ditandatangani oleh menteri luar negeri.
Mendapat persetujuan dari menteri luar negeri negara penerima.
Kelompok :                                        
1.                                       
2.                                       
Tugas kelompok
1.      Ringkaslah wacana yang telah bapak berikan !
2.      Terangkan menggunakan bahasa anda sendiri di depan kelas!
~Selamat mengerjakan~
Soal individu
Nama :                          

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.    Apa yang dimaksud dengan politik luar negeri?
2.    Apa yang dimaksud politik luar negeri bebas aktif?
3.    Sebutkan apa saja yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia?
4.    Sebutkan tujuan dari politik luar negeri?
5.    Apa yang di maksud dengan perwakilan diplomatik?
Rambu-rambu jawaban
1.    Suatu arah kebijakan negara untuk mengatur hubungan luar negeri
2.    Hak untuk menentukan arah kebijakan, sikap, dan keinginannya sebagai dasar negara yang merdeka dan berdaulat.
3.    Landasan idiil, landasan konstitusional, landasan operasional
4.    Tujan politik luar negeri
-       Meningkatkan persaudaraan antarbangsa sebagai perwujudan yang tertera dalam butir-butir Pancasila.
-       Ikut melaksanakan ketertiban dunia atas dasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
-       Menjalin kerja sama yang baik dengan negara lain di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
-       mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keselamatan negara.
5.    Pertukaran perwakilan antarnegara, yang dilakukan dengan cara menempatkan pejabat di negara penerima.
x 100
Lembar Observasi Aktivitas
Kerja Kelompok Siswa
Kelompok
Nama siswa
Aspek yang dinilai
Skor Akhir
Siswa berani mengungkapkan pendapat
Menanggapi pendapat teman kelompok
Penyampaian hasil diskusi
x 100
Rubrik Penilaian
1.      Siswa berani mengungkapkan pendapat
·      Berkualitas dan memberikan alasan akurat, skor = 3
·      Sederhana dengan alasan yang logis, skor = 2
·      Berpendapat tanpa memberikan alasan, skor = 1
2.      Menanggapi pendapat teman kelompok
·      Menanggapi dengan memberikan altenatif jawaban, skor = 3
·      Menanggapi tanpa memberikan alternatif jawaban, skor = 2
·      Hanya mengikuti pendapat teman (setuju/tidak) tanpa memberi altenatif jawaban, skor = 1
3.      Penyampaian hasil diskusi
·      Sangat berani ,jelas, dan lancar, skor = 3
·      Berani, lancar, tetapi kurang jelas, skor = 2
·      Berani tetapi tidak lancer dan tidak jelas, skor = 1

Komentar

  1. Blog anda sangat bermanfaat😊 apakah model ini cocok diterapkan dikelas rendah?

    BalasHapus
  2. Menurut saya blog anda sudah sangat bermanfaat. Tapi apakah model ini bisa lebih memudahkan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran? Terimakasih :)

    BalasHapus
  3. penjelasannya yang diblog sudah bagus dan lengkap semoga bisa bermanfaat buat yang baca, semoga sukses >_<

    BalasHapus
  4. Sangat sangat berguna sekali untuk para calon guru, pembahasannya rinci jelas dan mudah dipahami, tetapi yang ingin saya tanyakan apa kesulitannya dalam membuat rpp dengan model addie ini? Makasih

    BalasHapus
  5. Menurut anda bagaimana cara mengatasi jika menggunakan model ADDIE tetapi tujuan pembelajaran tidak tercapai? trimakasih

    BalasHapus
  6. Model ini cocok untuk kelas rendah atau kelas tinggi? :)

    BalasHapus
  7. Apa alasan anda memilih model ADDIE?

    BalasHapus
  8. Tips nya ka untuk guru pemula bagaimana untuk menerapkan model ini terimakasih

    BalasHapus
  9. Apa pendapat tentang model ini? Model ini cocok dikelas berapa? Dan kenapa anda memilih model ini?

    BalasHapus
  10. model ini cukup bagus karena melibatkan siswa dalam proses pembelajarannya

    BalasHapus
  11. sangat membantu sekali informasinya mampir ke blog saya yuk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini