(Dr.Dirgantara Wicaksono,M.Pd) PERMENDIKBUD NO 22 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SERTA PENJELASAN TENTANG KONSEP PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan    : SDN 5.8 Tanjung
Kelas/Semester          : IV/1(satu)
Tema/Subtema/PB    : Indahnya Kebersamaan/
Keberagaman Budaya Bangsaku/1
Alokasi Waktu           : 6 X 35 menit
A. Kompetensi Inti (KI)
KI 1  : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percayadiri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
KI 3  :Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhlukciptaan
Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yangdijumpainya di rumah dandi sekolah.
KI 4  : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalamkarya yang
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dandalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlakmulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Bahasa Indonesia
3.1 Menunjukkan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperolehdari teks lisan, tulis,
atau visual.
4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antaragagasan ke dalam
kerangka tulis.

Indikator:
3.1.1 Mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis.
4.1.1 Menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dariteks tulis dalam
bentuk peta pikiran.

IPS
3.2 Memahami keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsisetempat       
sebagai identitas bangsa Indonesia.
4.2 Menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama diprovinsi setempat
sebagai identitas bangsa Indonesia.
Indikator:
3.2.1 Mengidentifikasi keragaman budaya, etnis, dan agama dari teman-teman dikelas sebagai
identitas bangsa Indonesia.
4.2.1 Mengkomunikasikan secara lisan dan tulisan keragaman budaya, etnis, dan agama dari
teman-teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia.

IPA
3.6 Memahami sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran.
4.6 Menyajikan laporan hasil pengamatan dan/atau percobaan tentang sifat- sifatbunyi.
Indikator:
3.6.1 Menjelaskan cara menghasilkan bunyi.
4.6.1 Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi.
C. Tujuan Pembelajaran     
1.Dengan melalui penjelasan guru, siswa dapat mengetahui apa itu gagasan pokok
2.Dengan melalui penjelasan guru, siswa mampu menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama diprovinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia.
3.Dengan melalui cerita yang dibagikan oleh guru, siswa dapat menjelaskan informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antaragagasan ke dalam kerangka tulis
4.Dengan melalui cerita yang dibagikan oleh guru, siswa dapat mengidentifikasi menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama diprovinsi setempat
5.Dengan melalui perintah guru, siswa dapat menyajikan laporan hasil pengamatan dan/atau percobaan tentang sifat- sifatbunyi.

D. Materi Pembelajaran
1. Bahasa Indonesia : Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung
2. IPS : Keragaman Budaya
3. IPA :Sifat-Sifat Bunyi

E. Metode Pembelajaran
1.Pendekatan           : Saintifik
2.Strategi                  : Ekspositori
3.Teknik                   : Example Non Example
4.Metode                  : Ceramah, Demonstrasi, Tanya Jawab, dan Penugasan

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
• Siswa berdoa dipimpin oleh guru atau salah satu siswa yang ditunjuk.
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
• Guru memotivasi siswadengan mengajukanpertanyaan:
Siapa di antara kalian yang berasal dari suku Minang, Sunda, Bugis, dan lain-lain (disesuaikan dengan kondisi kemajemukan siswa di kelas).
• Siswa difasilitasi guru agar dapat memahami bahwa Indonesia terdiri atas berbagai budaya dan pentingnya menghargai perbedaan tersebut.Misalnya dengan cara menunjukkan berbagai
gambar suku bangsa, sehingga siswa dapatmemahami betapa beragamnya budaya bangsa Indonesia
15 menit
Kegiatan Inti
KEGIATAN I
• Siswa membaca bahan bacaan yang disediakan oleh guru, misalnya teks bacaan berjudul Pawai Budaya.
• Siswa mengamati gambar yang terdapat pada teks bacaan tersebut yang menunjukkan tentang keragaman budaya.
• Siswa dibagi dalam beberapa kelompok,setiapkelompok terdiri atas 5 orang.
• Siswa mendiskusikan isi setiap paragraf dari bacaaanPawai Budaya.
• Siswa secara berkelompok membuat peta konsep.
KEGIATAN II
• Guru menyampaikan kepada siswa bahwa masih banyak lagi suku-suku di Indonesia yang mempunyai keunikannya masing-masing.
• Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompokterdiri atas 4 – 5 orang.
• Setiap kelompok mendapatkan bahan berupagambar dan teks tentang berbagai budaya.
• Siswa dalam kelompok saling bertanya jawabtentang daerah atau suku bangsa dan ciri khasdaerahnya berupa rumah adat, pakaian adat,makanan khas, dan keseniannya.
• Siswa mengisi tabel tentang asal daerah siswa dan budayanya.
• Kelompok siswa menuliskan hasil temuan mereka
dalam bentuk peta pikiran, yang mencakup informasi
tentang rumah adat, makanan, kesenian, dan
pakaian.
Contoh peta pikiran:
• Guru mengomunikasikan kepada siswa tetang kriteria penilaian (rubrik) unuk memandu siswa agar terarah dalam mengerjakan tugas.
• Siswa diminta mempresentasikan peta pikiran yangmereka buat pada pertemuan berikutnya.
KEGIATAN III
Model Pembelajaran Penemuan (Target yang akan ditemukan adalah
proses terjadinya bunyi)
Fase ke-1
• Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok, setiapkelompok terdiri atas 4-5 orang.
• Siswa secara berkelompok mengamati berbagai alatmusik tradisiona yang dibawa oleh guru.
• Siswa mencoba memainkan alat musik tradisionaltersebut di depan kelas.
• Siswa menjelaskan cara memainkan alat musik tradisional
tersebut (dipukul, dipetik, digoyangkan, ditiup, digesek,dan lain-lain).
Fase ke-2
• Siswa mengamati gambar dan membaca teks tentangberbagai alat musik tradisional.
• Setelah membaca teks, siswa mengisi tabel yang terdapat
dalam buku siswa, seperti di bawah ini:
• Siswa melakukan eksplorasi menggunakan benda-benda
yang terdapat di sekitar kelas.
• Setiap siswa diminta mengambil 5 benda yang ada disekitar kelas, yang menghasilkan bunyi yang berbeda.
Guru dapat menyiapkan beragam benda yang menghasilkan bunyi dengan cara berbeda, seperti peluit (ditiup) , dua tutup panci (dipukul), sendok dan botol kaca (dipukul), kantong plastik (diremas), botol plastik diisi benda-benda kecil (digoyangkan), dsb. Jika jumlah benda terbatas, setiap siswa dapat mengambil dua benda, yang kemudian akan
digunakan secara bergantian.
• Siswa diminta membunyikan benda-benda tersebut.
• Siswa diminta menuliskan hasil temuan mereka padatabel.
• Siswa dibimbing guru untuk menemukan permasalahan.
• Permasalahan dirumuskan dalam pertanyaan, misalnya (1) mengapa alat musik tradisional berbunyi ketika dimainkan, (2) mengapa peralatan seperti panci, piring, peluit, dan sendok dapat dibunyikan dengan perlakuan tertentu?
Fase ke-3
• Siswa membuat dugaan jawaban atas pertanyaannyatersebut berdasarkan percobaannya.
Fase ke-4
• Siswa membuat dugaan jawaban atas pertanyaannyatersebut berdasarkan percobaannya.
• Siswa dengan dibimbing guru, mencari informasi untuk
menyakinkan dugaannya. Guru dapat memancing siswadengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya dapatmengantarkan siswa untuk meyakinkan jawabannya.
• Siswa dapat juga mencari informasi dengan caramembaca berbagai buku sumber.
• Siswa mencatat informasi yang diperolehnya.
Fase ke-5
• Siswa mencocokkan informasi yang diperoleh dengan
percobaan yang dilakukannya. Misalnya, bunyi terjadikarena ada sesuatu yang digetarkan pada bendatersebut.
Fase ke-6
• Siswa mendiskusikan hasil temuannya dalam kelompok
dengan kelompok lain.
• Siswa menyimpulkan dugaannya berdasarkan percobaan
yang dilakukan.
Fase ke-7
• Guru menegaskan hasil temuan siswa mengenai proses
terjadinya bunyi, misalnya dengan cara membuat
kesimpulan bersama yang dituliskan di papan tulis.
Fase ke-8
• Siswa mengerjakan soal latihan dari guru untuk
memantapkan pemahaman hasil temuannya.
180 menit
Penutup
Guru mengulas kembali kegiatan yang sudah dilakukan dan meminta siswa melakukan refleksi dari kegiatan yang baru
saja mereka lakukan dengan menjawab pertanyaan:
• Apa saja yang kamu pelajari hari ini?
• Bagian mana yang sudah kamu pahami dengan baik?
• Bagian mana yang belum kamu pahami?
• Apa rencanamu agar kamu lebih paham?
• Sikap apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan
sehari-hari
Guru memberikan penguatan dan kesimpulan tentang
pembelajaran hari ini.
15enit

G. Media Pembelajaran
1)Proyektor atau In focus
2)Slide mengenai gagaasan pokok
3)Cerita gambar seri mengenai keanekaragaman

H.Sumber Belajar
1)Buku Pedoman Guru Tema : Indahnya Kebersamaan Kelas IV (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).
2)Buku Siswa Tema :Indahnya Kebersamaan Kelas IV (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).
3)Lingkungan
4)Benda di sekitar siswa
5)Media gambar benda-benda

I. Teknik Penilaian
Sikap: Observasi
Pengetahuan: Tes tulis dan lisan
Ketrampilan: Kinerja
Instrumen Penilaian

1. Bahasa Indonesia
Menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dinilai dengan rubrik.
2. IPS
Menuliskan informasi tentang keragaman budaya setempat dinilai dengan rubrik.
3. IPA
Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dinilai menggunakan rubrik
G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
• Teks tentang rumah adat Minang
• Teks tentang alat musik tradisional Minang
• Teks tentang makanan tradisional Minang
• Teks tentang tarian tradisional Minang
• Alat musik tradsional (disesuaikan dengan potensi daerah setempat)
• Benda-benda di sekitar yang menghasilkan bunyi.
2. RPP yang telah dibuat digabungkan menurut model-model yang ada?

GERLACH AND ELY MODEL

1.Merumuskan Tujuan Pembelajaran (Specification of Objectives)
Tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Dalam tujuan pembelajaran merumuskan kemampuan apa yang harus dimiliki siswa pada tingkat jenjang belajar tertentu, misal pada SD Kelas 1, maka tujuan pembelajarannya harus disesuaikan dengan karakteristik anaknya. Sehingga setelah selesai pokok bahasan tertentu siswa dapat memiliki kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan harus bersifat jelas (tidak abstrak dan tidak terlalu luas) dan operasional agar mudah diukur dan dinilai.

2.Menentukan Isi Materi (Specification of Content)
Bahan atau materi pada dasarnya adalah “isi/konten” dari kurikulum, yakni berupa pengalaman belajar dalam bentuk topik/subtopik dan rinciannya. Isi materi berbeda-beda menurut bidang studi, sekolah, tingkatan, dan kelasnya. Namun, isi materi harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, apa yang akan diajarkan pada siswa hendaknya dipilih pokok bahasan yang lebih spesifik. Gunanya, selain untuk membatasi ruang lingkupnya juga apa yang akan diajarkan dapat lebih jelas dan mudah dibandingkan atau dipisahkan dengan pokok bahasan lain dalam satu mata pelajaran yang sama. Jadi dalam menentukan isi materi harus:

· Disesuaikan dengan tingkatan kelasnya atau kelompoknya;
· Isi pembelajaran materi harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai; dan
· Harus bersifat fleksibel bagi setiap siswa kelas 1 SD;

3.Penilaian Kemampuan Awal Siswa (Assessment of Entering Behaviours)
Kemampuan awal siswa ditentukan dengan memberikan tes awal (pretest). Pengetahuan tentang kemampuan awal siswa ini penting bagi guru agar dapat memberikan porsi pelajaran yang tepat; tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Pengetahuan tentang kemampuan awal juga berguna untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, misalnya apakah perlu dipersiapkan pembelajaran atau penggunaan metode tertentu. Pengumpulan data siswa dilakukan dengan cara :
1) Pretest dilakukan untuk mengetahui student achievement, yaitu apa yang sudah diketahui dan apa yang belum diketahui tentang rencana pokok bahasan yang akan diajarkan.
2) Mengumpulkan data pribadi siswa (personal data) untuk mengukur potensi siswa dan mengelompokkannya ke dalam kategori siswa yang termasuk fast learners (pembelajar cepat) dan siswa yang termasuk slow learners (pembelajar lambat)

4.Menentukan Strategi (Determination of Strategy)
Menurut Gerlach dan Ely, strategi merupakan pendekatan yang dipakai pengajar dalam memanipulasi informasi, memilih sumber-sumber, dan menentukan tugas/peranan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam tahap ini pengajar harus menentukan cara untuk dapat mencapai tujuan instruksional dengan sebaik-baiknya. Dua bentuk umum tentang pendekatan ini adalah untuk ekspose (expository) yang lazim dipergunakan dalam belajar tradisional, biasanya lebih bersifat komunikasi satu arah, dan bentuk penggalian (inquiry) yang lebih mengutamakan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Dalam pengertian pembelajaran yang sempit, metode ini merupakan rencana yang sistematis untuk menyajikan pesan atau informasi pembelajaran.
Dalam pembelajaran kelas 1 SD ini, strategi yang cocok digunakan adalah strategi ekspositori. Karena didalamnya terdapat metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.

5.Pengelompokkan Belajar (Organization of Groups)
Setelah menentukan strategi, pengajar harus mulai merencanakan bagaimana kelompok belajar akan diatur. Pendekatan yang menghendaki kegiatan belajar secara mandiri dan bebas (independent study) memerlukan pengorganisasian yang berbeda dengan pendekatan yang memerlukan banyak diskusi dan partisipasi aktif siswa dalam ruang yang kecil, atau untuk mendengarkan ceramah dalam ruang yang luas. Beberapa pengelompokkan siswa antara lain:

1) Pengelompokan berdasarkan jumlah siswa (grouping by size), yaitu belajar mandiri, kelompok kecil, dan kelompok besar.
2) Pengelompokkan campuran (ungraded grouping), yaitu pengelompokan yang tidak memandang kelas (tingkat) maupun usia, tetapi mereka mempunyai tingkat pengetahuan yang sama dalam satu mata pelajaran.
3) Gabungan beberapa kelas (multiclass grouping), yaitu gabungan dari beberapa kelas yang sama dalam satu ruangan besar, dan mendapat pelajaran dengan bermacam-macam kegiatan pada saat yang bersamaan.

6.Pembagian Waktu (Allocation of Time)
Pemilihan strategi dan teknik untuk ukuran kelompok yang berbeda-beda tersebut mau tidak mau akan memaksa pengajar memikirkan penggunaan waktu, yaitu apakah sebagian besar waktunya harus dialokasikan untuk presentasi atau pemberian informasi, untuk praktik laboratorium secara individual, atau untuk diskusi. Rencana penggunaan waktu akan berbeda berdasarkan pokok permasalahan, tujuan-tujuan yang dirumuskan, ruangan yang tersedia, dan strategi seperti apa yang akan diterapkan dalam kelas tersebut.

7.Menentukan Ruangan (Allocation of Space)
Alokasi ruang ditentukan dengan menjawab apa tujuan belajar dapat dipakai secara lebih efektif dengan belajar secara mandiri dan bebas, berinteraksi antarsiswa atau mendengarkan penjelasan dan bertatap muka dengan pengajar.  Ada tiga alternatif ruangan belajar, agar proses belajar mengajar dapat terkondisikan, yaitu ruangan-ruangan kelompok besar, kelompok kecil, dan ruangan untuk belajar mandiri.

8.Memilih media (Allocation of Resources)
Pemilihan media ditentukan menurut tanggapan siswa yang disepakati, sehingga fungsinya tidak hanya sebagai stimulus rangsangan belajar siswa semata. Gerlach dan Ely membagi media sebagai sumber belajar ini ke dalam lima kategori:

1) manusia dan benda nyata,
2) media visual proyeksi,
3) media audio,
4) media cetak, dan
5) media display.
    Dan dari lima kategori media diatas, tinggal kita menentukan media apa yang akan       digunakan pada Kelas 1 SD.

9.Evaluasi Hasil Belajar (Evaluation of Performance)
Semua usaha kegiatan pengembangan instruksional dapat dikatakan berhasil atau tidak setelah tingkah laku akhir belajar tersebut dievaluasi. Melakukan evaluasi yaitu penilaian proses selama siswa mengikuti pembelajaran. Penilaian proses ini menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir. Evaluasi yang juga digunakan yaitu penilaian hasil belajar siswa berupa tes dan non tes. Tes yang  dilakukan adalah tes tertulis dan nontes mengenai afektif dan psikomotorik siswa dalam pembelajaran berlangsung.

10.Menganalisis Umpan Balik (Analysis of Feedback)
Analisis umpan balik merupakan tahap terakhir dari pengembangan sistem pembelajaran ini. Data umpan balik yang diperoleh dari evaluasi, tes, observasi, maupun tanggapan-tanggapan tentang usaha-usaha pembelajaran ini menentukan, apakah sistem, metode, maupun media yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran tersebut sudah sesuai untuk tujuan yang ingin dicapainya atau masih perlu disempurnakan.
Kegiatan evaluasi tidak semata-mata membuat soal, tetapi meliputi pengumpulan data mengenai kegiatan proses pelajaran, aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran, memonitor proses pembelajaran, serta mengukur tercapai tidaknya hasil belajar para peserta didik. Evaluasi merupakan proses kegiatan yang menghasilkan laporan untuk kemudian dianalisis serta memperoleh umpan balik berupa informasi apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Jika tujuan pembelajaran belum tercapai, maka harus dicari kelemahannya dan dilakukan remedial atau melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran pada Kelas 1 ini, baik dari guru ataupun peserta didik. Kegiatan evaluasi di dalam proses pembelajaran itu bukan semata-mata menilai para peserta didik saja, melainkan juga ditujukan pada sistem pembelajaran yang dilakukan.
  3. Pembelajaran di SD seperti apa agar cocok dikembangkan di Indonesia  menurut     
      Model Gerlach & Ely

Menurut Model Gerlach dan Ely mengatakan bahwa melalui tes Enteryng Behaviors (kemampuan awal) siswa, guru akan mengetahui apa yang dibawa atau yang telah diketahui oleh siswa terhadap sesuatu pelajaran pada saat (pelajaran) dimulai. Tahap awal para perancang pembelajaran atau guru dalam mengembangkan satuan pelajaranya dia harus mengetahui; siapa kelompok, populasi, atau sasaran kegiatan pembelajaran tersebut. Perlunya guru atau perancang pembelajaran mengetahui kemampuan awal ini, agar pelaksanaan pembelajaran berjalan efektif, karena pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa terdapat juga pengetahuan yang merupakan prerequisit bagi tugas belajar yang baru. Untuk mengetahui kemampuan awal sekelompok siswa perlu diadakan tes awal (pre-test). Tes awal mempunyai fungsi atau tujuan yang berharga dan penting bagi pengembangan suatu pembelajaran.
Setelah itu, untuk pembelajaran kelas 4 SD ini, strategi yang cocok digunakan di Indonesia pada kelas 4 SD itu adalah strategi pembelajaran ekspositori. Metodeekspositori itu sendiri merupakan metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.
Kemudian menentukan media apa yang cocok, misalkan pada kelas 4 SD tentang Tema
Indahnya Kebersamaan/Keberagaman Budaya Bangsakuini cocoknya menggunakan media   
Proyektor atau In focus, Slide mengenai gagaasan pokok. Cerita gambar mengenai   
      Keanekaragaman.
Setelah semuanya sudah ditentukan, maka buatlah kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah dianalisis atau ditentukan sebelumnya, seperti tujuan pembelajarannya seperti apa, cara menentukan isi materinya harus disesuaikan dengan karakteristik siswanya, serta strategi dan media yang telah ditentukan. Maka, saat menyusun kegiatan pembelajaran kita dapat menentukan alokasi waktu belajarnya berapa lama. Pada kelas 4 SD ini alokasi yang digunakan adalah permata pelajarannya 35 menit atau 6x35 menit.
Dan tahap akhir dari semuanya yaitu pengevaluasian dan umpan balik. Evaluasi tersebut dengan melakukan tes dan non tes pada peserta didiknya. Serta data umpan balik yang diperoleh dari evaluasi, tes, observasi, maupun tanggapan-tanggapan tentang usaha-usaha pembelajaran ini menentukan, apakah sistem, metode, maupun media yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran tersebut sudah sesuai untuk tujuan yang ingin dicapainya atau masih perlu disempurnakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini