(Dr.Dirgantara Wicaksono,M.Pd) PERMENDIKBUD NO 22 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SERTA PENJELASAN TENTANG KONSEP PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan
Pendidikan : SDN 5.8 Tanjung
Kelas/Semester
: IV/1(satu)
Tema/Subtema/PB
: Indahnya Kebersamaan/
Keberagaman
Budaya Bangsaku/1
Alokasi
Waktu : 6 X 35
menit
A.
Kompetensi Inti (KI)
KI 1
: Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI
2 :Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percayadiri
dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
KI
3 :Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,melihat,
membaca)
dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhlukciptaan
Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yangdijumpainya di rumah dandi sekolah.
KI
4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis,
dalamkarya yang
estetis,
dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dandalam tindakan yang
mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlakmulia.
B.
Kompetensi Dasar dan Indikator
Bahasa
Indonesia
3.1
Menunjukkan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperolehdari teks lisan,
tulis,
atau
visual.
4.1
Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antaragagasan
ke dalam
kerangka
tulis.
Indikator:
3.1.1
Mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks
tulis.
4.1.1
Menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dariteks tulis
dalam
bentuk
peta pikiran.
IPS
3.2
Memahami keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di
provinsisetempat
sebagai
identitas bangsa Indonesia.
4.2
Menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama diprovinsi
setempat
sebagai
identitas bangsa Indonesia.
Indikator:
3.2.1
Mengidentifikasi keragaman budaya, etnis, dan agama dari teman-teman dikelas
sebagai
identitas
bangsa Indonesia.
4.2.1
Mengkomunikasikan secara lisan dan tulisan keragaman budaya, etnis, dan agama
dari
teman-teman
di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia.
IPA
3.6
Memahami sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran.
4.6
Menyajikan laporan hasil pengamatan dan/atau percobaan tentang sifat-
sifatbunyi.
Indikator:
3.6.1
Menjelaskan cara menghasilkan bunyi.
4.6.1
Menyajikan laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi.
C.
Tujuan Pembelajaran
1.Dengan melalui penjelasan guru, siswa
dapat mengetahui apa itu gagasan pokok
2.Dengan melalui penjelasan guru, siswa
mampu menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama
diprovinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia.
3.Dengan melalui cerita yang dibagikan
oleh guru, siswa dapat menjelaskan informasi yang didapat dari teks berdasarkan
keterhubungan antaragagasan ke dalam kerangka tulis
4.Dengan melalui cerita yang dibagikan
oleh guru, siswa dapat mengidentifikasi menceritakan keragaman sosial, ekonomi,
budaya, etnis dan agama diprovinsi setempat
5.Dengan
melalui perintah guru, siswa dapat menyajikan laporan hasil pengamatan dan/atau
percobaan tentang sifat- sifatbunyi.
D.
Materi Pembelajaran
1.
Bahasa Indonesia : Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung
2. IPS
: Keragaman Budaya
3. IPA
:Sifat-Sifat Bunyi
E.
Metode Pembelajaran
1.Pendekatan
: Saintifik
2.Strategi
: Ekspositori
3.Teknik
: Example Non Example
4.Metode
: Ceramah, Demonstrasi, Tanya Jawab, dan Penugasan
F.
Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Deskripsi
Kegiatan
|
Alokasi
Waktu
|
|
|
Pendahuluan
|
•
Siswa berdoa dipimpin oleh guru atau salah satu siswa yang ditunjuk.
•
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
•
Guru memotivasi siswadengan mengajukanpertanyaan:
Siapa
di antara kalian yang berasal dari suku Minang, Sunda, Bugis, dan lain-lain
(disesuaikan dengan kondisi kemajemukan siswa di kelas).
•
Siswa difasilitasi guru agar dapat memahami bahwa Indonesia terdiri atas
berbagai budaya dan pentingnya menghargai perbedaan tersebut.Misalnya dengan
cara menunjukkan berbagai
gambar
suku bangsa, sehingga siswa dapatmemahami betapa beragamnya budaya bangsa
Indonesia
|
15
menit
|
|
|
Kegiatan
Inti
|
KEGIATAN
I
•
Siswa membaca bahan bacaan yang disediakan oleh guru, misalnya teks bacaan
berjudul Pawai Budaya.
•
Siswa mengamati gambar yang terdapat pada teks bacaan tersebut yang
menunjukkan tentang keragaman budaya.
•
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok,setiapkelompok terdiri atas 5 orang.
•
Siswa mendiskusikan isi setiap paragraf dari bacaaanPawai Budaya.
•
Siswa secara berkelompok membuat peta konsep.
KEGIATAN
II
•
Guru menyampaikan kepada siswa bahwa masih banyak lagi suku-suku di Indonesia
yang mempunyai keunikannya masing-masing.
•
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompokterdiri atas 4 – 5 orang.
•
Setiap kelompok mendapatkan bahan berupagambar dan teks tentang berbagai
budaya.
•
Siswa dalam kelompok saling bertanya jawabtentang daerah atau suku bangsa dan
ciri khasdaerahnya berupa rumah adat, pakaian adat,makanan khas, dan
keseniannya.
•
Siswa mengisi tabel tentang asal daerah siswa dan budayanya.
•
Kelompok siswa menuliskan hasil temuan mereka
dalam
bentuk peta pikiran, yang mencakup informasi
tentang
rumah adat, makanan, kesenian, dan
pakaian.
Contoh
peta pikiran:
•
Guru mengomunikasikan kepada siswa tetang kriteria penilaian (rubrik) unuk
memandu siswa agar terarah dalam mengerjakan tugas.
•
Siswa diminta mempresentasikan peta pikiran yangmereka buat pada pertemuan
berikutnya.
KEGIATAN
III
Model
Pembelajaran Penemuan (Target yang akan ditemukan adalah
proses
terjadinya bunyi)
Fase
ke-1
•
Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok, setiapkelompok terdiri atas 4-5
orang.
•
Siswa secara berkelompok mengamati berbagai alatmusik tradisiona yang dibawa
oleh guru.
•
Siswa mencoba memainkan alat musik tradisionaltersebut di depan kelas.
•
Siswa menjelaskan cara memainkan alat musik tradisional
tersebut
(dipukul, dipetik, digoyangkan, ditiup, digesek,dan lain-lain).
Fase
ke-2
•
Siswa mengamati gambar dan membaca teks tentangberbagai alat musik
tradisional.
•
Setelah membaca teks, siswa mengisi tabel yang terdapat
dalam
buku siswa, seperti di bawah ini:
•
Siswa melakukan eksplorasi menggunakan benda-benda
yang
terdapat di sekitar kelas.
• Setiap
siswa diminta mengambil 5 benda yang ada disekitar kelas, yang menghasilkan
bunyi yang berbeda.
Guru
dapat menyiapkan beragam benda yang menghasilkan bunyi dengan cara berbeda,
seperti peluit (ditiup) , dua tutup panci (dipukul), sendok dan botol kaca
(dipukul), kantong plastik (diremas), botol plastik diisi benda-benda kecil
(digoyangkan), dsb. Jika jumlah benda terbatas, setiap siswa dapat mengambil
dua benda, yang kemudian akan
digunakan
secara bergantian.
•
Siswa diminta membunyikan benda-benda tersebut.
•
Siswa diminta menuliskan hasil temuan mereka padatabel.
•
Siswa dibimbing guru untuk menemukan permasalahan.
•
Permasalahan dirumuskan dalam pertanyaan, misalnya (1) mengapa alat musik
tradisional berbunyi ketika dimainkan, (2) mengapa peralatan seperti panci,
piring, peluit, dan sendok dapat dibunyikan dengan perlakuan tertentu?
Fase
ke-3
•
Siswa membuat dugaan jawaban atas pertanyaannyatersebut berdasarkan
percobaannya.
Fase
ke-4
•
Siswa membuat dugaan jawaban atas pertanyaannyatersebut berdasarkan
percobaannya.
•
Siswa dengan dibimbing guru, mencari informasi untuk
menyakinkan
dugaannya. Guru dapat memancing siswadengan pertanyaan-pertanyaan yang
jawabannya dapatmengantarkan siswa untuk meyakinkan jawabannya.
•
Siswa dapat juga mencari informasi dengan caramembaca berbagai buku sumber.
•
Siswa mencatat informasi yang diperolehnya.
Fase
ke-5
•
Siswa mencocokkan informasi yang diperoleh dengan
percobaan
yang dilakukannya. Misalnya, bunyi terjadikarena ada sesuatu yang digetarkan
pada bendatersebut.
Fase
ke-6
•
Siswa mendiskusikan hasil temuannya dalam kelompok
dengan
kelompok lain.
•
Siswa menyimpulkan dugaannya berdasarkan percobaan
yang
dilakukan.
Fase
ke-7
•
Guru menegaskan hasil temuan siswa mengenai proses
terjadinya
bunyi, misalnya dengan cara membuat
kesimpulan
bersama yang dituliskan di papan tulis.
Fase
ke-8
•
Siswa mengerjakan soal latihan dari guru untuk
memantapkan
pemahaman hasil temuannya.
|
180
menit
|
|
|
Penutup
|
Guru
mengulas kembali kegiatan yang sudah dilakukan dan meminta siswa melakukan
refleksi dari kegiatan yang baru
saja
mereka lakukan dengan menjawab pertanyaan:
• Apa
saja yang kamu pelajari hari ini?
•
Bagian mana yang sudah kamu pahami dengan baik?
•
Bagian mana yang belum kamu pahami?
• Apa
rencanamu agar kamu lebih paham?
•
Sikap apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan
sehari-hari
Guru
memberikan penguatan dan kesimpulan tentang
pembelajaran
hari ini.
|
15enit
|
G. Media Pembelajaran
1)Proyektor
atau In focus
2)Slide
mengenai gagaasan pokok
3)Cerita
gambar seri mengenai keanekaragaman
H.Sumber
Belajar
1)Buku Pedoman Guru Tema : Indahnya Kebersamaan
Kelas IV (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, 2013).
2)Buku Siswa Tema :Indahnya Kebersamaan Kelas IV
(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2013).
3)Lingkungan
4)Benda di sekitar siswa
5)Media gambar benda-benda
I.
Teknik Penilaian
Sikap:
Observasi
Pengetahuan:
Tes tulis dan lisan
Ketrampilan:
Kinerja
Instrumen
Penilaian
1.
Bahasa Indonesia
Menemukan
gagasan pokok dan gagasan pendukung dinilai dengan rubrik.
2. IPS
Menuliskan
informasi tentang keragaman budaya setempat dinilai dengan rubrik.
3. IPA
Menyajikan
laporan pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dinilai menggunakan rubrik
G.
Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
• Teks
tentang rumah adat Minang
• Teks
tentang alat musik tradisional Minang
• Teks
tentang makanan tradisional Minang
• Teks
tentang tarian tradisional Minang
• Alat musik
tradsional (disesuaikan dengan potensi daerah setempat)
•
Benda-benda di sekitar yang menghasilkan bunyi.
2. RPP
yang telah dibuat digabungkan menurut model-model yang ada?
GERLACH
AND ELY MODEL
1.Merumuskan Tujuan Pembelajaran (Specification
of Objectives)
Tujuan pembelajaran merupakan suatu target
yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Dalam tujuan pembelajaran
merumuskan kemampuan apa yang harus dimiliki siswa pada tingkat jenjang belajar
tertentu, misal pada SD Kelas 1, maka tujuan pembelajarannya harus disesuaikan
dengan karakteristik anaknya. Sehingga setelah selesai pokok bahasan tertentu
siswa dapat memiliki kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan harus
bersifat jelas (tidak abstrak dan tidak terlalu luas) dan operasional agar
mudah diukur dan dinilai.
2.Menentukan Isi Materi (Specification
of Content)
Bahan
atau materi pada dasarnya adalah “isi/konten” dari kurikulum, yakni berupa
pengalaman belajar dalam bentuk topik/subtopik dan rinciannya. Isi materi
berbeda-beda menurut bidang studi, sekolah, tingkatan, dan kelasnya. Namun, isi
materi harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, apa yang
akan diajarkan pada siswa hendaknya dipilih pokok bahasan yang lebih spesifik.
Gunanya, selain untuk membatasi ruang lingkupnya juga apa yang akan diajarkan
dapat lebih jelas dan mudah dibandingkan atau dipisahkan dengan pokok bahasan
lain dalam satu mata pelajaran yang sama. Jadi dalam menentukan isi materi
harus:
· Disesuaikan dengan tingkatan kelasnya atau
kelompoknya;
· Isi pembelajaran materi harus sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai; dan
· Harus bersifat fleksibel bagi setiap siswa
kelas 1 SD;
3.Penilaian Kemampuan Awal Siswa (Assessment
of Entering Behaviours)
Kemampuan awal siswa ditentukan dengan memberikan
tes awal (pretest). Pengetahuan tentang kemampuan awal siswa ini penting bagi
guru agar dapat memberikan porsi pelajaran yang tepat; tidak terlalu sukar dan
tidak terlalu mudah. Pengetahuan tentang kemampuan awal juga berguna untuk
mengambil langkah-langkah yang diperlukan, misalnya apakah perlu dipersiapkan
pembelajaran atau penggunaan metode tertentu. Pengumpulan data siswa dilakukan
dengan cara :
1) Pretest dilakukan untuk mengetahui
student achievement, yaitu apa yang sudah diketahui dan apa yang belum
diketahui tentang rencana pokok bahasan yang akan diajarkan.
2) Mengumpulkan data pribadi siswa
(personal data) untuk mengukur potensi siswa dan mengelompokkannya ke dalam
kategori siswa yang termasuk fast learners (pembelajar cepat) dan
siswa yang termasuk slow learners (pembelajar lambat)
4.Menentukan Strategi (Determination of
Strategy)
Menurut Gerlach dan Ely, strategi
merupakan pendekatan yang dipakai pengajar dalam memanipulasi informasi,
memilih sumber-sumber, dan menentukan tugas/peranan siswa dalam kegiatan
belajar mengajar. Dalam tahap ini pengajar harus menentukan cara untuk dapat
mencapai tujuan instruksional dengan sebaik-baiknya. Dua bentuk umum tentang
pendekatan ini adalah untuk ekspose (expository) yang lazim dipergunakan
dalam belajar tradisional, biasanya lebih bersifat komunikasi satu arah, dan
bentuk penggalian (inquiry) yang lebih mengutamakan partisipasi siswa
dalam proses belajar mengajar. Dalam pengertian pembelajaran yang sempit,
metode ini merupakan rencana yang sistematis untuk menyajikan pesan atau
informasi pembelajaran.
Dalam pembelajaran kelas 1 SD ini, strategi
yang cocok digunakan adalah strategi ekspositori. Karena didalamnya terdapat
metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.
5.Pengelompokkan Belajar (Organization
of Groups)
Setelah menentukan strategi, pengajar
harus mulai merencanakan bagaimana kelompok belajar akan diatur. Pendekatan
yang menghendaki kegiatan belajar secara mandiri dan bebas (independent
study) memerlukan pengorganisasian yang berbeda dengan pendekatan yang
memerlukan banyak diskusi dan partisipasi aktif siswa dalam ruang yang kecil,
atau untuk mendengarkan ceramah dalam ruang yang luas. Beberapa pengelompokkan
siswa antara lain:
1) Pengelompokan berdasarkan jumlah siswa
(grouping by size), yaitu belajar mandiri, kelompok kecil, dan kelompok
besar.
2) Pengelompokkan campuran (ungraded
grouping), yaitu pengelompokan yang tidak memandang kelas (tingkat) maupun
usia, tetapi mereka mempunyai tingkat pengetahuan yang sama dalam satu mata
pelajaran.
3) Gabungan beberapa kelas (multiclass
grouping), yaitu gabungan dari beberapa kelas yang sama dalam satu ruangan
besar, dan mendapat pelajaran dengan bermacam-macam kegiatan pada saat yang
bersamaan.
6.Pembagian Waktu (Allocation of Time)
Pemilihan strategi dan teknik untuk ukuran
kelompok yang berbeda-beda tersebut mau tidak mau akan memaksa pengajar
memikirkan penggunaan waktu, yaitu apakah sebagian besar waktunya harus
dialokasikan untuk presentasi atau pemberian informasi, untuk praktik
laboratorium secara individual, atau untuk diskusi. Rencana penggunaan waktu
akan berbeda berdasarkan pokok permasalahan, tujuan-tujuan yang dirumuskan,
ruangan yang tersedia, dan strategi seperti apa yang akan diterapkan dalam
kelas tersebut.
7.Menentukan Ruangan (Allocation of
Space)
Alokasi ruang ditentukan dengan menjawab
apa tujuan belajar dapat dipakai secara lebih efektif dengan belajar secara
mandiri dan bebas, berinteraksi antarsiswa atau mendengarkan penjelasan dan
bertatap muka dengan pengajar. Ada tiga alternatif ruangan belajar, agar
proses belajar mengajar dapat terkondisikan, yaitu ruangan-ruangan kelompok
besar, kelompok kecil, dan ruangan untuk belajar mandiri.
8.Memilih media (Allocation of
Resources)
Pemilihan media ditentukan menurut
tanggapan siswa yang disepakati, sehingga fungsinya tidak hanya sebagai
stimulus rangsangan belajar siswa semata. Gerlach dan Ely membagi media sebagai
sumber belajar ini ke dalam lima kategori:
1) manusia dan benda nyata,
2) media visual proyeksi,
3) media audio,
4) media cetak, dan
5) media display.
Dan
dari lima kategori media diatas, tinggal kita menentukan media apa yang akan digunakan pada Kelas 1 SD.
9.Evaluasi Hasil Belajar (Evaluation of
Performance)
Semua usaha kegiatan pengembangan
instruksional dapat dikatakan berhasil atau tidak setelah tingkah laku akhir
belajar tersebut dievaluasi. Melakukan evaluasi yaitu penilaian proses selama
siswa mengikuti pembelajaran. Penilaian proses ini menggunakan format
pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai
dengan kegiatan akhir. Evaluasi yang juga digunakan yaitu penilaian hasil
belajar siswa berupa tes dan non tes. Tes yang dilakukan adalah tes
tertulis dan nontes mengenai afektif dan psikomotorik siswa dalam pembelajaran
berlangsung.
10.Menganalisis Umpan Balik (Analysis
of Feedback)
Analisis
umpan balik merupakan tahap terakhir dari pengembangan sistem pembelajaran ini.
Data umpan balik yang diperoleh dari evaluasi, tes, observasi, maupun
tanggapan-tanggapan tentang usaha-usaha pembelajaran ini menentukan, apakah
sistem, metode, maupun media yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran tersebut
sudah sesuai untuk tujuan yang ingin dicapainya atau masih perlu disempurnakan.
Kegiatan
evaluasi tidak semata-mata membuat soal, tetapi meliputi pengumpulan data mengenai
kegiatan proses pelajaran, aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran,
memonitor proses pembelajaran, serta mengukur tercapai tidaknya hasil belajar
para peserta didik. Evaluasi merupakan proses kegiatan yang menghasilkan
laporan untuk kemudian dianalisis serta memperoleh umpan balik berupa informasi
apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Jika tujuan pembelajaran
belum tercapai, maka harus dicari kelemahannya dan dilakukan remedial atau melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran pada
Kelas 1 ini, baik dari guru ataupun peserta didik. Kegiatan evaluasi di
dalam proses pembelajaran itu bukan semata-mata menilai para peserta didik
saja, melainkan juga ditujukan pada sistem pembelajaran yang dilakukan.
3.
Pembelajaran di SD seperti apa agar cocok dikembangkan di Indonesia menurut
Model Gerlach & Ely
Menurut Model Gerlach dan Ely mengatakan
bahwa melalui tes Enteryng Behaviors (kemampuan awal) siswa, guru akan
mengetahui apa yang dibawa atau yang telah diketahui oleh siswa terhadap
sesuatu pelajaran pada saat (pelajaran) dimulai. Tahap awal para
perancang pembelajaran atau guru dalam mengembangkan satuan pelajaranya dia
harus mengetahui; siapa kelompok, populasi, atau sasaran kegiatan pembelajaran
tersebut. Perlunya guru atau perancang pembelajaran mengetahui kemampuan awal
ini, agar pelaksanaan pembelajaran berjalan efektif, karena pengetahuan awal
yang telah dimiliki siswa terdapat juga pengetahuan yang merupakan prerequisit
bagi tugas belajar yang baru. Untuk mengetahui kemampuan awal sekelompok siswa
perlu diadakan tes awal (pre-test). Tes awal mempunyai fungsi atau tujuan yang
berharga dan penting bagi pengembangan suatu pembelajaran.
Setelah itu, untuk pembelajaran kelas 4 SD
ini, strategi yang cocok digunakan di Indonesia pada kelas 4 SD itu adalah
strategi pembelajaran ekspositori. Metodeekspositori itu
sendiri merupakan metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan
keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta
memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah,
demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.
Kemudian menentukan media
apa yang cocok, misalkan pada kelas 4 SD tentang Tema
Indahnya
Kebersamaan/Keberagaman Budaya Bangsakuini
cocoknya menggunakan media
Proyektor
atau In focus, Slide mengenai gagaasan pokok. Cerita gambar
mengenai
Keanekaragaman.
Setelah semuanya sudah ditentukan, maka
buatlah kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah dianalisis atau
ditentukan sebelumnya, seperti tujuan pembelajarannya seperti apa, cara
menentukan isi materinya harus disesuaikan dengan karakteristik siswanya, serta
strategi dan media yang telah ditentukan. Maka, saat menyusun kegiatan
pembelajaran kita dapat menentukan alokasi waktu belajarnya berapa lama. Pada
kelas 4 SD ini alokasi yang digunakan adalah permata pelajarannya 35 menit atau
6x35 menit.
Dan tahap akhir
dari semuanya yaitu pengevaluasian dan umpan balik. Evaluasi tersebut dengan
melakukan tes dan non tes pada peserta didiknya. Serta data umpan balik yang diperoleh dari
evaluasi, tes, observasi, maupun tanggapan-tanggapan tentang usaha-usaha
pembelajaran ini menentukan, apakah sistem, metode, maupun media yang dipakai
dalam kegiatan pembelajaran tersebut sudah sesuai untuk tujuan yang ingin
dicapainya atau masih perlu disempurnakan.
Komentar
Posting Komentar